ABSTRAK
Pendahuluan: Jerawat merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
Cutibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Pencegahan
menggunakan sediaan topikal berbasis bahan kimia sintesis seringkali menimbulkan iritasi pada
kulit. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan sediaan anti jerawat berbasis bahan herbal, yaitu minyak
atsiri kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan minyak atsiri jeruk lemon (Citrus limon (L.).
Minyak atsiri kayu manis dan minyak atsiri jeruk lemon diketahui memiliki aktivitas antibakteri
yang berpotensi sebagai anti jerawat. Tujuan: Mengevaluasi karakteristik fisik dan stabilitas
sediaan nanoemulgel kombinasi minyak atsiri kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan minyak
atsiri jeruk lemon (Citrus limon (L.) pada konsentrasi F1 (2% : 0,5%), F2 (3% : 0,5%), dan F3 (4%
: 0,5%). Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium. Formulasi Self
Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dibuat dalam tiga formula (F) yaitu F1 (2% :
0,5%), F2 (3% : 0,5%), dan F3 (4% : 0,5%). Evaluasi SNEDDS meliputi uji persen transmitan,
ukuran partikel, polydispersity index (PI), zeta potensial, sentrifugasi, dan freeze–thaw selama 4
minggu penyimpanan. Evaluasi nanoemulgel meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas,
dan daya sebar. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif dan statistik komparatif
dengan One-Way ANOVA. Hasil: Hasil menunjukkan rendemen minyak atsiri kayu manis sebesar
1,60% dan jeruk lemon 1,27%, serta positif mengandung terpenoid. Nilai transmitan 98,7–99,43%
menunjukkan kejernihan tinggi. Ukuran partikel berada pada rentang 25,6–28,5 nm yang
menunjukkan sistem nano. Nilai PI masing-masing formula adalah 0,296; 0,321; dan 0,475 yang
menunjukkan distribusi partikel homogen. Nilai zeta potensial berkisar -25,8 hingga -30,7 mV
dengan kestabilan terbaik pada F2. Seluruh formula stabil tanpa pemisahan fase. Nanoemulgel
menunjukkan pH 5,31–5,38, viskositas 30.000–37.889 cPs, daya sebar 5,98–6,57 cm, serta homogen
dan stabil selama 4 minggu penyimpanan. Hasil One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat
pengaruh rata-rata signifikan perlakuan F1, F2, dan F3 terhadap nilai pH, viskositas, dan daya sebar
(p>0,05). Kesimpulan: Formula F2 pada sistem SNEEDS dan nanoemulgel menunjukkan
karakteristik kestabilan sistem terbaik selama penyimpanan 4 minggu.
Kata kunci : jeruk lemon, kayu manis, minyak atsiri, nanoemulgel, SNEDDS