Abstrak
Pendahuluan:Salah satu upaya meningkatkan nilai tambah minyak atsiri dengan menjadikan bahan
aktif antibakteri. Salah satu produk yang berpotensi dikembangkan dengan bahan aktif minyak atsiri
(jeruk lemon dan jeruk nipis) adalah deodoran losion Tujuan: Mengetahui formulasi dan evaluasi
fisik sediaan deodoran losion kombinasi minyak atsiri jeruk lemon dan minyak atsiri jeruk nipis
dengan perbandingan (1:1) konsentrasi campuran F1 2%, F2 4%, F3 6%. Metode: Desain penelitian
eksperimental dan observasional laboratorium. Formulasi sediaan deodoran losion terdiri dari
minyak atsiri jeruk lemon dan jeruk nipis, asam stearat, setil alkohol, paraffin cair, trietanolamin,
asam sitrat, gliserin, metil paraben, propil paraben, aquadest dan asam sitrat. Variasi dilakukan pada
bahan aktif minyak atsiri jeruk lemon dan jeruk nipis dengan perbandingan (1:1) konsentrasi
campuran F1 2%, F2 4%, F3 6%. Uji evaluasi stabilitas fisik sediaan deodoran losion meliputi uji
organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, daya sebar, hedonik, dan iritasi yang dilakukan selama
4 minggu masa penyimpanan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif. Hasil: Hasil
uji evaluasi deodorant losion diperoleh organoleptis F1, F2, dan F3 sediaan berbentuk losion dan
beraroma khas minyak atsiri. Warna yang dihasilkan F1 berwarna putih, F2 putih kekuningan, dan
F3 kekuningan. Rata-rata nilai pH F1 7,26 ± 0,07, F2 7,27 ± 0,03, F3 7,17 ± 0,07 memenuhi syarat
yaitu 3-7,5. Rata-rata viskositas sediaan pada F1 6.590 ± 0,77 cps, F2 6.397 ± 0,47 cps, dan F3 6.720
± 0,53 cps telah memenuhi syarat 2.000-50.000 cps. Ketiga formula dinyatakan homogen. Rata-rata
daya sebar pada F1 6,18 ± 0,15 cm, F2 6,10 ± 0,08 cm, F3 6,30 ± 0,02 cm telah memenuhi syarat 5-
7 cm. Hasil uji hedonik menunjukkan F3 6% paling disukai. Semua formula menimbulkan iritasi
kulit. Hasil uji One-Way ANOVA nilai pH menghasilkan nilai 0,051 > 0,05, sehingga diketahui
bahwa tidak terdapat pengaruh pada perbandingan (1:1) konsentrasi campuran F1 2%, F2 4%, F3
6% deodoran losion terhadap rata-rata nilai pH yang signifikan. Kesimpulan: Kombinasi minyak
atsiri jeruk lemon dan jeruk nipis dengan variasi konsentrasi F1, F2, dan F3 dapat diformulasikan
sebagai sediaan deodoran losion dan dinyatakan stabil selama penyimpanan 4 minggu serta disukai
responden, namun menyebabkan iritasi kulit.
Kata kunci : deodoran losion, minyak atsiri, jeruk lemon, jeruk nipis, uji stabilitas