Abstrak
Pendahuluan : Kopi merupakan tanaman yang mengandung kafein sebagai stimulan sistem saraf
pusat, tetapi menimbulkan efek samping seperti sulit tidur, dan tekanan darah tinggi. Analisis kadar
kafein dilakukan untuk mendukung dekafeinasi dengan metode KCKT. Tujuan: Mengetahui
pengaruh variasi lama waktu perebusan terhadap kadar kafein pada biji kopi arabika. Metode:
Desain penelitian ini, yaitu observasional laboratorium dan eksperimental. Prosedur penelitian
dilakukan dengan biji kopi arabika yang direbus pada waktu 0, 30, 60, 90 menit. Analisis kadar
kafein menggunakan metode KCKT dengan sistem fase gerak pelarut aquades:metanol (75:25), fase
diam kolom C18, laju alir 1 mL/menit, volume injeksi 20 μL, dan panjang gelombang 275 nm.
Observasional laboratorium dilakukan dengan uji kualitatif kafein menggunakan metode parry yang
ditandai dengan perubahan warna hijau atau biru yang terdapat adanya kafein. Hasil kadar kafein
dianalisis secara komparatif menggunakan uji ANOVA dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil:
Kadar air pada sampel green bean, 0 menit, 30 menit, 60 menit, dan 90 menit berturut-turut 7,69%,
6,77%, 4,99%, 3,63%, dan 2,61%. Nilai signifikansi p=0,00 (p<0,05) atau terdapat pengaruh variasi
lama waktu perebusan terhadap nilai rata-rata kadar air secara nyata pada kopi arabika. Analisis
kadar kafein pada sampel green bean, 0, 30, 60, dan 90 menit berturut-turut 1,207%b/b, 1,097%b/b,
0,999%b/b, 0,911%b/b, dan 0,812%b/b. Nilai signifikansi p=0,00 (p<0,05) atau terdapat pengaruh
variasi lama waktu perebusan terhadap nilai rata-rata kadar kafein secara nyata pada kopi arabika.
Kesimpulan: Tingginya lama waktu perebusan dapat menyebabkan penurunan kadar kafein, yang
ditunjukkan adanya pengaruh variasi lama waktu perebusan terhadap rata-rata kadar kafein secara
nyata pada kopi arabika.
Kata kunci: Biji kopi arabika, dekafeinasi, kafein, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, verifikasi
metode