PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS Lactobacillus acidophilus PADA MINUMAN PROBIOTIK JUS JAMBU BIJI MERAH, LEMON, MELON, DAN BIT
ABSTRAK
Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan metabolik.
Konsumsi probiotik merupakan salah satu upaya pencegahannya, namun sebagian besar produk
probiotik berbasis susu sehingga kurang sesuai bagi individu dengan alergi protein susu, intoleran
laktosa, dan vegetarian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif produk probiotik non-susu berbasis
buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap
viabilitas Lactobacillus acidophilus serta mutu fisikokimia minuman probiotik kombinasi jus jambu
biji merah, lemon, melon, dan bit (Jalembi). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan
desain eksperimental, dengan variabel bebas berupa suhu penyimpanan (4°C dan 28°C) serta lama
penyimpanan (0–28 hari), sedangkan variabel terikat meliputi viabilitas L. acidophilus (CFU/mL),
kadar asam laktat (%), potensial hidrogen (pH), dan total padatan terlarut (TPT) (°Brix). Viabilitas
bakteri diuji menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT), kadar asam laktat ditentukan
dengan titrasi asam-basa, nilai pH diukur menggunakan pH meter, dan TPT menggunakan
refraktometer. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif menggunakan uji nonparametrik
Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney U (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama
penyimpanan 28 hari aroma dan rasa minuman menjadi semakin asam. Viabilitas L. acidophilus
pada suhu 28°C meningkat hingga 8,38 log CFU/mL pada hari ke-7, kemudian menurun hingga
<5,00 log CFU/mL pada hari ke-28. Sementara itu, pada suhu 4°C viabilitas berada pada kisaran
6,36–6,56 log CFU/mL hingga hari ke-21 sebelum menurun menjadi <5,00 log CFU/mL pada hari
ke-28. Kadar asam laktat pada suhu 28°C meningkat dari 0,40% menjadi 1,25%, sedangkan pada
suhu 4°C berada pada kisaran 0,34–0,40%. Nilai pH dan TPT mengalami penurunan pada kedua
suhu penyimpanan dengan penurunan yang lebih besar pada suhu 28°C. Analisis statistik
menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kadar asam
laktat, pH, dan TPT (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyimpanan
pada suhu 4°C merupakan kondisi yang lebih optimal untuk mempertahankan viabilitas bakteri serta mutu fisikokimia minuman probiotik Jalembi dengan starter Lactobacillus acidophilus.
Kata kunci: jus buah, Lactobacillus acidophilus, probiotik, suhu penyimpanan, waktu penyimpanan
Detail Information
Citation
Dita Amalia Putri. (2026).
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS Lactobacillus acidophilus PADA MINUMAN PROBIOTIK JUS JAMBU BIJI MERAH, LEMON, MELON, DAN BIT(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga
Dita Amalia Putri.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS Lactobacillus acidophilus PADA MINUMAN PROBIOTIK JUS JAMBU BIJI MERAH, LEMON, MELON, DAN BIT(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi
Dita Amalia Putri.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS Lactobacillus acidophilus PADA MINUMAN PROBIOTIK JUS JAMBU BIJI MERAH, LEMON, MELON, DAN BIT(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi
Dita Amalia Putri.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS Lactobacillus acidophilus PADA MINUMAN PROBIOTIK JUS JAMBU BIJI MERAH, LEMON, MELON, DAN BIT(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi