UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)
ABSTRAK
Pendahuluan: Luka sayat merupakan luka terbuka akibat benda tajam yang dapat menyebabkan
kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko infeksi. Penggunaan bahan herbal sebagai alternatif
terapi luka terus dikembangkan karena dinilai lebih aman dan memiliki aktivitas farmakologis yang
baik. Salah satunya adalah pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan kayu manis (Cinnamomum
burmannii) yang berpotensi memiliki aktivitas perbaikan jaringan yang terluka, antibakteri, dan
antiinflamasi. Tujuan: Mengevaluasi karakteristik fisik dan stabilitas sediaan salep kombinasi
ekstrak pegagan dan kayu manis, serta menguji efektivitasnya terhadap penyembuhan luka sayat
pada mencit (Mus musculus). Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium.
Formula berupa ekstrak etanol daun pegagan dan ekstrak etanol batang kayu manis dibuat dalam
tiga Formula (F) yaitu F1 (5:2), F2 (7,5:2), dan F3 (10:2). Evaluasi stabilitas fisik meliputi uji
organoleptik, homogenitas, potential of Hydrogen (pH), viskositas, dan daya sebar selama 4 minggu
penyimpanan. Uji efektivitas dilakukan terhadap luka sayat mencit selama 7 hari pengamatan
dengan parameter penurunan panjang luka sayat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan
asosiatif-komparatif menggunakan Linear Mixed Model (LMM). Hasil: Ketiga formula
menghasilkan sediaan salep yang homogen dan tidak menunjukkan adanya perbedaan secara visual
pada uji organoleptik, meliputi bentuk, warna, dan bau. Hasil evaluasi fisik juga menunjukkan
bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu sediaan salep. Berdasarkan hasil uji One-Way
ANOVA, tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) terhadap rata-rata nilai pH, viskositas,
dan daya sebar antar formula sediaan salep, sehingga variasi konsentrasi formula tidak memberikan
pengaruh nyata terhadap karakteristik fisik sediaan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya
penurunan panjang luka pada seluruh kelompok perlakuan selama 7 hari pengamatan. Faktor
perlakuan formula tidak berpengaruh signifikan terhadap rata-rata penurunan panjang luka sayat
pada hewan uji mencit, sedangkan faktor perlakuan formula dan durasi penyembuhan 7 hari mampu
berpengaruh signifikan terhadap rata-rata penurunan panjang luka sayat pada hewan uji mencit.
Kesimpulan: Semua formula sediaan salep menunjukkan stabilitas fisik yang baik dan efektif saat
diaplikasikan selama waktu 7 hari sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal untuk
penyembuhan luka sayat ringan.
Kata Kunci : formula, kayu manis, luka sayat, mencit, pegagan, salep
Detail Information
Citation
Sarah As-Syifa Ariefiani. (2026).
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga
Sarah As-Syifa Ariefiani.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi
Sarah As-Syifa Ariefiani.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi
Sarah As-Syifa Ariefiani.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus)(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi