IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA BEKASI TAHUN 2023 - 2025
ABSTRAK
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 memerlukan penggunaan obat jangka panjang yang sering
melibatkan lebih dari satu obat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya drug–drug interactions
(DDI). Interaksi obat pada pasien DMT2 penting diidentifikasi karena dapat memengaruhi
keamanan terapi, efektivitas pengobatan, serta risiko komplikasi. Namun, penelitian terkait interaksi
berbasis tiga parameter utama (severity (tingkat keparahan), mekanisme, dan reliability) masih
terbatas di Indonesia, khususnya di wilayah Bekasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
identifikasi interaksi obat berdasarkan mekanisme, keparahan dan reliabilitas di RS X Kota Bekasi
2023-2025. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain retrospektif cross-sectional.
Data diambil dari rekam medis pasien yang menerima ≥2 obat dalam periode tahun 2023-2025
dengan metode purposive sampling pada total 88 pasien. Identifikasi Interaksi Obat dilakukan
berdasarkan database Lexidrug®, mencakup keparahan, mekanisme, dan reabilitas. Hasil : Dari 88
pasien, sebanyak 69 pasien (78,41%) mengalami potensi interaksi obat dengan total 247 kejadian.
Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi Moderate mendominasi (67,61%), diikuti Minor (27,94%)
dan Major(4,45%). Berdasarkan mekanisme, sebagian besar merupakan farmakodinamik (80,57%),
diikuti farmakokinetik (17,81%) dan unknown (1,62%). Reliabilitas interaksi didominasi kategori
Intermediate-Low (74,09%). Pasangan interaksi terbanyak meliputi Empagliflozin–Insulin Aspart
(DM–DM), Metformin–Ondansetron (DM–Non-DM), dan Ondansetron–Paracetamol (Non-DM).
Kesimpulan : Prevalensi potensi interaksi obat pada pasien DMT2 rawat inap cukup dominan,
dengan dominasi interaksi farmakodinamik dan tingkat keparahan Moderate. Hal ini menunjukkan
pentingnya skrining interaksi obat secara rutin oleh apoteker klinis guna meningkatkan keamanan
dan efektivitas terapi.
Kata kunci : interaksi obat, diabetes melitus tipe 2, lexidrug, tingkat keparahan, mekanisme,
reliabilitas
Detail Information
Citation
Jonathan Anggiat Lamhot. (2026).
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA BEKASI TAHUN 2023 - 2025(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga
Jonathan Anggiat Lamhot.
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA BEKASI TAHUN 2023 - 2025(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi
Jonathan Anggiat Lamhot.
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA BEKASI TAHUN 2023 - 2025(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi
Jonathan Anggiat Lamhot.
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA BEKASI TAHUN 2023 - 2025(Publish).Bekasi:Prodi S1 Farmasi STIKes Mitra Keluarga,2026.Skripsi S1 Farmasi