<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="610">
<titleInfo>
<title><![CDATA[EFEKTIFITAS ACCEPTANCE COMITMENT THERAPY (ACT) DAN  PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN POLA  HIDUP KLIEN HIPERTENSI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ns. Lisbeth Pardede, S.Kep., M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Bekasi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Prodi S1 Keperawataan STIKes Mitra Keluarga]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2019]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Laporan Penelitian Dosen]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan secara total namun dapat dicegah komplikasi lebih lanjut. Hal ini menyebabkan angka kejadian hipertensi meningkat 2,5% didunia, sementara di Indonesia memiliki prevalensi 26,5 % dan menjadi penyebab kematian ke 5 tertinggi di Indonesia. Pasien Hipertensi dengan komplikasi disebabkan ketidakpatuhan menjaga pola hidup. Sebanyak 37 % pasien hipertensi di pakistan tidak patuh menjaga pola hidup, sementara di Indonesia di RSUP Fatmawati sebanyak 63,8% dari 80 pasien hipertensi mengalami ketidakpatuhan menjaga pola hidup. 
Komplikasi hipertensi yang sering terjadi dan mengancam kehidupan seperti stroke, gangguan pada jantung dan gagal ginjal. Seluruh komplikasi ini merupakan penyebab kematian pada pasien hipertensi, sehingga sangat diperlukan penanganan kepatuhan pola hidup berupa kepatuhan 
diit, kepatuhan minum obat, istirahat dan aktivitas. Kepatuhan dapat dibentuk melalui komitmen yang kuat dari pasien, sehingga salah satu terapi yang bertujuan membentuk komitmen pada diri pasien yaitu dengan penerapan Accaptance Comitment Theraphy (ACT).

Penerapam ACT akan dilakukan sebanyak 4 sesi, sesi 1 akan mengkaji dan mengorientasikan proses penerimaan pasien terhadap penyakit dan kondisinya saat ini (present moment). Sesi 2 : bersama dengan klien mengidentifikasi nilai –nilai yang dimiliki oleh klien baik nilai yang baik dan nilai yang kurang baik. Sesi 3 : Memilih nilai- nilai yang baik (minum obat dan menjaga pola hidup) yang dimiliki oleh klien kemudian melatih nilai (patuh minum obat dan pola hidup) yang dipilih klien. Sesi 4 : Berkomitmen untuk patuh minum obat dan menjaga pola hidup. Pada penelitian ini kepatuhan minum obat merupakan bagian dari pola hidup. 
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan desain pre post test with control group. Pada penelitian ini akan dibentuk 1 kelompok kontrol dan 1 kelompok intervensi. Kelompok kontrol akan diberikan penyuluhan kesehatan sementara kelompok intervensi diberikan terapi ACT. Kelompok kontrol maupun kelompok intervensi dilakukan 2 kali pengukuran yaitu pre dan post. Untuk kelompok kontrol dilakukan pre dan post penyuluhan kesehatan sementara kelompok intervensi diberikan pre dan post ACT. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 orang yang akan dibagi dalam 2 kelompok dengan 
jumlah sama besar. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik non probability sampling dengan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisis beda dua mean antara kelompok kontrol dan intervensi. Hasil pengukuran mean pre test dengan post test 
kelompok kontrol (yang telah diberikan penyuluhan kesehatan) akan dibandingkan dengan mean pre dan post kelompok intervensi (yang telah diberikan ACT, sehingga akan terlihat efektifitas antara penyuluhan kesehatan dengan ACT.</note>
<classification><![CDATA[LPD 44 2019]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga Koleksi Referensi Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[LPD 44 2019]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[LPD44Q]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Gedung STIKes Mitra Keluarga]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[LPD 44 2019]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="990" url="" path="/Laporan akhir penelitian hibah Dikti.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[EFEKTIFITAS ACCEPTANCE COMITMENT THERAPY (ACT) DAN  PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN POLA  HIDUP KLIEN HIPERTENSI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[LPD44.JPG.JPG]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[610]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-19 14:12:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-05-19 14:22:28]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>