<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="973">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KIAN - Analisis penerapan terapi bercakap - cakap terhadap tanda dan gejala halusinasi pendengaran di RSKD X Jakarta]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ns. Renta Sianturi, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nur Widati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ns. Muhammad Chaidar, M.Kep</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Bekasi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Prodi Profesi Ners STIKes Mitra Keluarga]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[KIAN Pendidikan Profesi Ners]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang: Halusinasi merupakan gejala yang paling banyak ditemukan pada 
skizofrenia yang mempunyai dampak membahayakan bila tidak ditangani.
Komunikasi perawat dengan pasien sangat diperlukan, tetapi sampai saat ini masih 
banyak dijumpai perawat yang kurang komunikasi dengan pasiennya. Pasien masih 
banyak yang dikurung karena kurangnya fasilitas untuk ruang perawatan. Akibat 
dari terkurungnya pasien maka pasien sering menyendiri. Pada pasien dengan 
halusinasi akan asyik dengan dunianya, bila dibiarkan akan bisa membahayakan 
diri sendiri dan orang lain. Salah satu penanganan menghadapi pasien dengan 
halusinasi adalah dengan terapi bercakap-cakap. Oleh karena itu, dilakukan terapi 
bercakap-cakap terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pendengaran.
Tujuan: menganalisis penerapan terapi bercakap-cakap terhadap tanda dan gejala 
halusinasi pendengaran di RSKD X Jakarta. Metode penelitian menggunakan 
metode pendekatan kuantitatif dengan studi kasus (case study reseach). Kriteria 
inklusi pada karya ilmiah ini terdiri dari pasien dengan halusinasi pendengaran pada 
fase comforting, pasien halusinasi yang mampu berkomunikasi dengan baik, dan 
pasien tidak mengalami gangguan komunikasi. Sedangkan kriteria eksklusi adalah 
jika pasien menolak dan pasien mengalami gangguan bicara. Analisis yang 
digunakan dengan analisis univariat untuk menilai tanda dan gejala halusinasi pre 
dan post intervensi. Pelaksanaan karya ilmiah ners ini dari tanggal 16 Mei 2023 
sampai dengan 26 Mei 2023 di RSKD X Jakarta. Hasil: penelitian ini dilakukan 
terhadap 3 pasien. Pasien Tn G sebelum dilakukan intervensi terdapat 11 tanda dan 
gejala, setelah dilakukan intervensi 3 kali terdapat 1 tanda dan gejala sehingga 
mengalami perubahan 90%. Pasien Tn N sebelum dilakukan intervensi terdapat 11 
tanda dan gejala tetapi setelah intervensi masih tersisa sebanyak 4 tanda dan gejala 
sehingga mengalami perubahan 63,64%. Sedangkan Tn L sebelum dilakukan 
intervensi terdapat 10 tanda dan gejala, setelah dilakukan intervensi ada 3 tanda dan 
gejala sehingga mengalami perubahan 70%. Semua pasien dilakukan intervensi 
sebanyak 3 kali. Dengan besarnya perubahan tanda dan gejala yang terjadi maka 
sangat diperlukan penerapan terapi bercakap-cakap pada pasien halusinasi 
pendengaran. Kesimpulan: bahwa terapi bercakap-cakap efektif mengurangi tanda 
dan gejala halusinasi pendengaran.

Kata kunci: bercakap-cakap, halusinasi, gangguan jiwa</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[HALUSINASI PENDENGARAN]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[KIAN 20 2023]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga Koleksi Referensi Perpustakaan STIKes Mitra Keluarga]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[KIAN 20 2023]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[KIAN20Q]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Gedung STIKes Mitra Keluarga]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[KIAN 20 2023]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1596" url="" path="/6. Abstrak ANALISIS PENERAPAN TERAPI BERCAKAP_NUR WIDATI_NERS_2023.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ABSTRAK]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[kian20.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[973]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-12-06 11:37:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-12-06 11:39:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>